• Bibit Cabai Prima Agrihorti Tabulampot
  • Beras Merah Inpari 24 Gabusan
  • Garci - Tea
  • Pakuwon Fertilizer 1 kg
  • Bubuk Kakao 200 gr
  • Kopi Robusta 200 gr
  • Kopi Rabita 200 gr
  • Kopi Arabica Pakuwon 100 gr
  • Benih Cabai Lingga
  • Benih Cabai Kencana
  • Bibit Jambu Deli Hijau Tabulampot
  • Bibit Sawo Manila Tabulampot
  • Bibit Belimbing Dewi Tabulampot
  • Bibit Jambu Biji Kristal Tabulampot
  • Benih Bayam Giti Hijau
  • Benih Pepaya Merah Delima
  • Choco Chips Mocaf kecil
  • Egg Roll
  • Mie Coklat
  • Tepung Ubi Ungu 500 gr
  • Tepung Sukun 500 gr
  • Pupuk Organik Mutiara TTP Cigombong
  • Benih Cabai Tanjung - 2
  • Beras Fitrice 2 kg
  • Tepung Talas Dus 250 gr
  • Tepung Pisang 500 gr
  • Tepung Nangka Dus 250 gr
  • Bagelen Ganyong
  • Soes Mocaf
  • Ayam KUB
  • Cocovine
  • DEHAF Obat Demam Berdarah
  • Feromon Exi
  • Garcia

Potensi Bisnis di Era Pandemi dengan Cabai Rawit Prima Agrihorti

Diposting oleh : Mumuh
19 Maret 2021
Kategori : Info_Teknologi - Dibaca : 117 kali

Kondisi pandemi covid 19 yang berkepanjangan ternyata telah mempengaruhi semua lini kehidupan. Salah satu yang terdampak dengan kondisi pandemi ini adalah tingginya harga cabai rawit di pasar, saat ini telah menembus harga yang sangat tinggi yaitu sekitar Rp. 120.000,00/kg.

Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat. Hal ini terbukti dengan kesukaan masyarakat Indonesia terhadap cabai yang cukup tinggi. Kebutuhan cabai untuk kota-kota besar yang berpenduduk satu juta atau lebih sekitar 800.000 ton/tahun atau 66.000/bulan. Pada musim hajatan atau hari besar keagamaan, kebutuhan cabai biasanya meningkat sekitar 10-20% dari kebutuhan normal. Tingkat produktivitas cabai secara nasional selama 5 tahun terakhir sekitar 6 t/ha (BPS 2015).

Mari kita berkenalan dengan tanaman yang satu ini.

Cabai rawit masuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam didataran rendah ataupun didataran tinggi. Organ penting dalam tanaman cabai meliputi bagian cabai rawit merupakan tanaman tahunan yang tumbuh tegak (Cahyono, 2003).

Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung atsiri kapsaisin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan bila digunakan untuk bumbu dapur (Dewanti dkk, 2010). Secara umum cabai rawit mengandung zat gizi yang cukup lengkap yakni kalori, protein, lemak karbohidrat, mineral (kalsium, fosfor, besi), vitamin dan berbagai zat lain yang berkhasiat obat, misalnya aleoresin, capsaicin, bioflavonoid, minyak atsiri, karotenoid (kapsantin, kapsorubin, karoten, dan lutcin). Selain itu cabai rawit juga mengandung flavonoid, anti oksidan, abu, dan setrat kasar. Sampai kini, cabai seringkali mengalami fluktuasi harga karena karakter biologis komoditas tersebut mudah sekali rusak dan distribusi yang tidak merata.

Oleh karena itu untuk mengatasi kondisi tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran telah menghasilkan teknologi varietas unggul Cabai Rawit dengan nama Cabai Rawit Prima Agrihorti. Varietas ini berpotensi untuk dikembangkan di sentra produksi terutama di daerah dataran tinggi, karena varietas ini mempunyai adaptasi baik di dataran tinggi.

Keunggulan dari varietas ini adalah daya hasil tinggi yaitu mencapai 20 ton/ha dengan tingkat kepedasan 610 ppm. Warna buah cabai pada saat muda kuning kehijauan dan pada saat tua berwarna merah oranye. Varietas ini telah dilisensi secara non ekslusif oleh Koperasi Produsen Kisingasari Kawali Mukti selama 5 tahun (2016-2021). Pengembangan oleh swasta diharapkan dapat mempercepat perluasan adopsi Cabai Rawit varietas Prima Agrihorti di masyarakat, sekaligus mengatasi masalah fluktuasi harga cabai yang tinggi di pasaran.


  (0251) 8382563

bpatp@litbang.pertanian.go.id

Alamat

Jl. Salak No. 22 Kode Pos 16151 Bogor, Jawa Barat - Indonesia

Faks: (0251) 8382567

Jam Kerja

Senin - Jumat : 08:00 s/d 16:00

Server process time: 0.0337 secs.
Hak Cipta © 2021 BPATP. Semua Hak Dilindungi.