• Bibit Cabai Prima Agrihorti Tabulampot
  • Beras Merah Inpari 24 Gabusan
  • Garci - Tea
  • Pakuwon Fertilizer 1 kg
  • Bubuk Kakao 200 gr
  • Kopi Robusta 200 gr
  • Kopi Rabita 200 gr
  • Kopi Arabica Pakuwon 100 gr
  • Benih Cabai Lingga
  • Benih Cabai Kencana
  • Bibit Jambu Deli Hijau Tabulampot
  • Bibit Sawo Manila Tabulampot
  • Bibit Belimbing Dewi Tabulampot
  • Bibit Jambu Biji Kristal Tabulampot
  • Benih Bayam Giti Hijau
  • Benih Pepaya Merah Delima
  • Choco Chips Mocaf kecil
  • Egg Roll
  • Mie Coklat
  • Tepung Ubi Ungu 500 gr
  • Tepung Sukun 500 gr
  • Pupuk Organik Mutiara TTP Cigombong
  • Benih Cabai Tanjung - 2
  • Beras Fitrice 2 kg
  • Tepung Talas Dus 250 gr
  • Tepung Pisang 500 gr
  • Tepung Nangka Dus 250 gr
  • Bagelen Ganyong
  • Soes Mocaf
  • Ayam KUB
  • Cocovine
  • DEHAF Obat Demam Berdarah
  • Feromon Exi
  • Garcia

Komposisi Biopestisida Cair Berbahan Aktif Bacillus Subtilis Isolat Bhn4 Pseudomonas Fluorescens Isolat Pf 18 Untuk Pengendalian Penyakit Tanaman Hias Dan Tanaman Lainnya

Diposting oleh : Giani
17 Feb 2017
Kategori : Info_HKI - Dibaca : 240 kali

Invensi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi sintetik pada tanaman hortikultura. Dengan menggunakan bahan yang tersedia di alam, peneliti dari Balithi Badan Litbang Pertanian memformulasikan biopestisida cair berbahan aktif Bacillus subtilis nomor isolat BHN 4 yang diisolasi dari biakan murni Beauveria bassiana isolat ulat jambu batu (carea angulata F. Atau Carea subtilis Wlk) dan P. Flourescens Pf 18 yang diisolasi dari rizosfir tanaman krisan. Bahan aktif tersebut di suspensikan ke dalam 0,1 M MgSO4 7H2O dan mono natrium glutamat 1%, minyak sawit dan paraffin hidrokarbon, dimana perbandingan antara bahan aktif dan pembawa adalah 1:4:5 (v/v) dengan kerapatan bakteri bahan aktif dalam formulasi adalah 109 cfu/ml, sedangkan konsentrasi efektif untuk mengendalikan patogen adalah 1 m/l sampai 5 m/l.

Biopestisida ini bersifat antagonis dan efektif mengendalikan penyakit tular tanah seperti: akar bengkak (P. Brassicae) pada tanaman kubis-kubisan, layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp dianthi) pada tanaman anyelir, serta penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh R. Solani dan penyakit tular udara yaitu karat putih (Pucciana horiana) pada krisan. Biopestisida ini menempel pada jaringan tanaman dengan sangat kuat, sehingga dapat mencegah terjadinya pencucian oleh air hujan, berspektrum luas dan ramah lingkungan. Mono natrium glutamat yang ada dalam komposisi biopestisida berfungsi sebagai bahan makanan kedua bakteri antagonis sehingga bakteri tersebut tetap hidup dalam jangka waktu lama. Cukup dengan cara perendaman akar sebelum tanam selama 10-15 menit dengan komposisi biopestisida ini, kemudian diikuti penyemprotan lubang tanam dan jaringan tanaman dengan interval 7 hari sekali maka penyakit tanaman akan mudah dikendalikan.



  (0251) 8382563

bpatp@litbang.pertanian.go.id

Alamat

Jl. Salak No. 22 Kode Pos 16151 Bogor, Jawa Barat - Indonesia

Faks: (0251) 8382567

Jam Kerja

Senin - Jumat : 08:00 s/d 16:00

Server process time: 0.0451 secs.
Hak Cipta © 2019 BPATP. Semua Hak Dilindungi.