• Bibit Cabai Prima Agrihorti Tabulampot
  • Beras Merah Inpari 24 Gabusan
  • Garci - Tea
  • Pakuwon Fertilizer 1 kg
  • Bubuk Kakao 200 gr
  • Kopi Robusta 200 gr
  • Kopi Rabita 200 gr
  • Kopi Arabica Pakuwon 100 gr
  • Benih Cabai Lingga
  • Benih Cabai Kencana
  • Bibit Jambu Deli Hijau Tabulampot
  • Bibit Sawo Manila Tabulampot
  • Bibit Belimbing Dewi Tabulampot
  • Bibit Jambu Biji Kristal Tabulampot
  • Benih Bayam Giti Hijau
  • Benih Pepaya Merah Delima
  • Choco Chips Mocaf kecil
  • Egg Roll
  • Mie Coklat
  • Tepung Ubi Ungu 500 gr
  • Tepung Sukun 500 gr
  • Pupuk Organik Mutiara TTP Cigombong
  • Benih Cabai Tanjung - 2
  • Beras Fitrice 2 kg
  • Tepung Talas Dus 250 gr
  • Tepung Pisang 500 gr
  • Tepung Nangka Dus 250 gr
  • Bagelen Ganyong
  • Soes Mocaf
  • Ayam KUB
  • Cocovine
  • DEHAF Obat Demam Berdarah
  • Feromon Exi
  • Garcia

Perkembangan Lisensi Vaksin IBR Inaktif Isolat Lokal, Vaksin Kombinasi AI HPAI dan LPAI, serta Padi Hibrida Hipa Jatim 1, 2, dan 3

Diposting oleh : evaa
30 Jan 2018
Kategori : Info_HKI - Dibaca : 224 kali

Balai PATP bersama BB Veteriner pada Senin 29 Januari 2018 melaksanakan kegiatan verifikasi pemantauan lisensi di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) sebagai salah satu mitra pelisensi teknologi Balitbangtan. Pusvetma sejak tahun 2014 melisensi hasil invensi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yaitu formula vaksin IBR inaktif isolat lokal. Vaksin ini digunakan untuk pencegahan penyakit Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) pada ternak sapi. Vaksin ini aman bagi sapi bunting dan aman bagi lingkungan peternakan. Tim verifikasi disambut oleh para peneliti Pusvetma beserta penanggung jawab lisensi teknologi Vaksin IBR.

Sebagai mitra Balitbangtan, Pusvetma bersama penelitinya selalu berupaya menghasilkan produk vaksin yang dikhususkan unuk ternak besar seperti sapi.  Hal tersebut juga merupakan upaya untuk mewujudkan swasembada daging serta memajukan dunia peternakan Indonesia.

Tidak hanya vaksin IBR, di penghujung 2017 tepatnya bulan Oktober Pusvetma juga melisensi vaksin kombinasi avian influenza HPAI dan LPAI. Vaksin Kombinasi Avian Influenza HPAI dan LPAI adalah vaksin yang mengandung master seed virus HPAI A/muscovy duck/Banten/BR7/2013 (H5N1) dan LPAI A/chicken/West Java/BBLitvet-RI/2017 (H9N2) untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Avian Influenza. Perkembangan lisensi vaksin HPAI dan LPAI hingga awal tahun 2018 ini masih dalam tahap uji coba skala kecil.

Pada hari yang sama, dilaksanakan juga verifikasi atas invensi Padi Hibrida varietas Jatim 1, 2, dan 3 yang dilisensi oleh Dinas Pertanian Jawa Timur. Tim yang bertugas untuk melakukan verifikasi adalah Dr. Satoto selaku inventor, Dr. Rini Hermanasari, SP, M. Si selaku Kasie KSP dari BB Padi dan Tim dari Balai PATP. Dari ketiga varietas yang dilisensi oleh Dinas Pertanian Jawa Timur, Padi Hipa Jatim 2 merupakan varietas yang paling cocok untuk dikembangkan di lokasi pertanaman Dinas Jatim dibandingkan 2 varietas lainnya.



  (0251) 8382563

bpatp@litbang.pertanian.go.id

Alamat

Jl. Salak No. 22 Kode Pos 16151 Bogor, Jawa Barat - Indonesia

Faks: (0251) 8382567

Jam Kerja

Senin - Jumat : 08:00 s/d 16:00

Server process time: 0.1390 secs.
Hak Cipta © 2019 BPATP. Semua Hak Dilindungi.