• Bibit Cabai Prima Agrihorti Tabulampot
  • Beras Merah Inpari 24 Gabusan
  • Garci - Tea
  • Pakuwon Fertilizer 1 kg
  • Bubuk Kakao 200 gr
  • Kopi Robusta 200 gr
  • Kopi Rabita 200 gr
  • Kopi Arabica Pakuwon 100 gr
  • Benih Cabai Lingga
  • Benih Cabai Kencana
  • Bibit Jambu Deli Hijau Tabulampot
  • Bibit Sawo Manila Tabulampot
  • Bibit Belimbing Dewi Tabulampot
  • Bibit Jambu Biji Kristal Tabulampot
  • Benih Bayam Giti Hijau
  • Benih Pepaya Merah Delima
  • Choco Chips Mocaf kecil
  • Egg Roll
  • Mie Coklat
  • Tepung Ubi Ungu 500 gr
  • Tepung Sukun 500 gr
  • Pupuk Organik Mutiara TTP Cigombong
  • Benih Cabai Tanjung - 2
  • Beras Fitrice 2 kg
  • Tepung Talas Dus 250 gr
  • Tepung Pisang 500 gr
  • Tepung Nangka Dus 250 gr
  • Bagelen Ganyong
  • Soes Mocaf
  • Ayam KUB
  • Cocovine
  • DEHAF Obat Demam Berdarah
  • Feromon Exi
  • Garcia

Pestisida Nabati Dari Minyak Cengkeh dan Serai Wangi

Diposting oleh : superadmin
20 September 2017
Kategori : Info_Teknologi - Dibaca : 4921 kali

Berbagai jenis penyakit tanaman seperti layu bakteri, busuk lunak maupun bercak daun merupakan kendala penting bagi berbagai jenis tanaman. Kendala lain yang dihadapi adalah serangan rayap, baik pada tanaman hidup maupun kayu kering sehingga menyebabkan kerugian pada peralatan dan bangunan kayu serta meubelair. Pengendalian hama penyakit tersebut umumnya menggunakan senyawa pestisida sintetik yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, selain itu menimbulkan resistensi pada hama dan penyakit. Penggunaan bahan tanaman yang bersifat pestisida nabati  lebih aman dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa cengkeh, baik sebagai minyak maupun serbuk, dan minyak serai wangi bersifat toksik terhadap beberapa jenis jamur dan bakteri patogen tanaman. Penggunaan minyak atsiri sebagai pestisida nabati sudah banyak dilakukan, namun bahan pencampurnya masih terlalu kompleks serta cara pembuatannya memerlukan alat yang spesifik.

Pestisida nabati yang diformulasikan dari minyak cengkeh dan serai wangi merupakan salah satu invensi unggulan dari Balitbangtan dimana komposisinya dapat bersifat racun kontak dan sebagai fumigan terhadap bakteri, jamur dan serangga rayap. Komposisi pestisida nabati ini mengandung minyak cengkeh (bahan aktif eugenol), minyak serai wangi (bahan aktif sitronella), pembawa minyak nabati, pengemulsi tween dan perekat alkil gliserol ftalat. Kelebihannya adalah pestisida ini mudah larut dalam air sehingga mudah dalam pemakaiannya. Minyak cengkeh dan serai wangi dapat diekstraksi sendiri dari bahan baku daun cengkeh dan batang serai wangi dengan cara disuling menggunakan metode kukus atau uap panas. Pestisida nabati ini mampu menekan perkembangan penyakit bercak daun pada jahe < 10 % setelah pemakaian selama 4 bulan. Sedangkan sebagai anti rayap pada kayu kering menunjukkan tingkat kematian (mortalitas) rayap cukup baik yaitu 92 %.


  (0251) 8382563

bpatp@litbang.pertanian.go.id

Alamat

Jl. Salak No. 22 Kode Pos 16151 Bogor, Jawa Barat - Indonesia

Faks: (0251) 8382567

Jam Kerja

Senin - Jumat : 08:00 s/d 16:00

Server process time: 0.0447 secs.
Hak Cipta © 2020 BPATP. Semua Hak Dilindungi.